MENU

News Feeds

Jenis - Jenis Material Untuk Furniture

  • December 11, 2017
  • Administrator
Jenis - Jenis Material Untuk Furniture

Desember, 11 2017

Jenis - Jenis Material Untuk Furniture

 

Ketika kita akan membuat sebuah furnitur biasanya produsen akan menawarkan beberapa pilihan bahan material. Sebelum kita memilih dan menentukan material yang digunakan, ada baiknya anda mencari tahu terlebih dahulu akan kelebihan dan kekurangan serta kandungan pada material tersebut.

Berikut daya yang telah kami kumpulkan, sebagai berikut :

 

MATERIAL DASAR

Ada banyak jenis bahan papan kayu yang bisa digunakan sebagai material dasar furniture, mulai dari multiplex/ plywood, MDF, particle board dan block board. Di bawah ini adalah penjelasan dari tiap-tiap tipe papan kayu tersebut :

 

1. Particle Board

Particle Board adalah papan kayu yang terbuat dari partikel-partikel sisa kayu yang direkatkan dan dipress dengan tekanan tinggi. Particle board mirip dengan MDF, namun bahan yang digunakan untuk particle board lebih kasar, sedangkan bahan yang digunakan untuk MDF lebih halus dan lebih padat. Seperti MDF, finishing particle board menggunakan veneer, PVC, HPL ataupun laminate lainnya.

 

Harga particle board paling murah dibandingkan jenis kayu lainnya, seperti : MDF, plywood ataupun solid wood. Kelemahannya particle board adalah air. Particle board yang terkena air sulit/tidak bisa digunakan lagi. Oleh karena itu, untuk furniture yang menggunakan particle board perlu memiliki finishing yang rapi dan baik, untuk mengurangi kemungkinan masuknya air melalui celah lapisan luar. Kekuatan particle board juga tidak terlalu baik sehingga tidak mampu menahan beban yang terlalu berat. Particle board juga sering digunakan untuk mass-production pabrik untuk menekan biaya, atau untuk furniture yang tidak rawan terkena air, seperti lemari dan lainnya.

 

2. Multiplek / Triplek (Plywood)

Kayu Lapis yang terdiri dari tiga lembar kayu disebut tripleks, sedangkan yang terdiri dari lebih dari tiga lembar kayu, disebut multipleks.

Umumnya plywood digunakan untuk membuat lemari pakaian, kitchen set, meja, tempat tidur, atau rak buku. Ketebalankayu lapis dipasaran bervariasi, mulai dari 3 mm, 4 mm, 6 mm, 9 mm, dan 18 mm dengan ukuran standard 1220 mm x 2440 mm.

Multiplek  merupakan kayu olahan yang relatif lebih kuat dibanding jenis kayu olahan lainnya.
Bahan dasar plywood adalah kulit kayu yang berlapis-lapis dan dipress. Tekstur lapisan kayunya lebih rapat, sehingga memiliki kekuatan yang lebih baik dan daya tahan terhadap air lebih kuat . Dengan penangangan yang baik, multiplek bisa bertahan hingga sepuluh tahun. Sebagai material sruktur untuk furnitur, multipleks cukup kokoh. Namun dipasaran harga setiap lembar multipleks lebih mahal dibandingkan material struktur lainnya sehingga harga keseluruhan furnitur pesanan dapat menjadi lebih mahal.  Multiplek  berdasarkan kayunya terbagi dalam 2 jenis yaitu :

  1. Soft Wood
    adalah kayu lapis yang berbahan dasar kayu lunak, biasanya terbuat dari kayu Albasia Falcata / kayu Sengon. Karena bobotnya yang ringan plywood jenis ini banyak dipergunakan untuk pembuatan furniture dalam ruangan, kotak packing dan lain lain.
  2. Hard Wood
    adalah kayu lapis yang berbahan dasar kayu keras, biasanya terbuat dari kayu meranti atau ada juga yang terbuat dari kayu dari pohon buah buahan. Karena bobotnya yang Berat plywood jenis ini banyak juga dipergunakan untuk pembuatan furniture dalam ruangan, bekesting atau papan penahan pengecoran.


3. Melaminto

Melaminto sering disebut pula sebagai decorative plywood. Hal ini dikarenakan melaminto sering dipakai untuk memperindah tampilan suatu papan kayu. Permukaan triplek ini biasanya dilapisi dengan bahan polyester dan melamin yang membuatnya berwarna serta bertekstur licin. Kebanyakan melaminto diolah menjadi white board serta kitchen set


Melaminto  adalah bagian dari decorative plywood, yaitu plywood yang dilapisi oleh bahan untuk memperindah penampilannya. Khusus untuk Melaminto bahan pelapisnya terbuat dari campuran polyester dan melamine, yang kemudian diberi pewarna. Ketebalan standart dari Melaminto adalah 2 mm dan 3 mm.Kegunaan dari Melaminto diantara lain adalah untuk : pembuatan White Board, sebagai bahan bagian dalam dalam pembuatan lemari atau kitchen set.

 

  1. Blockboard
    Lapisan utama blockboard adalah pada bagian tengah yang memiliki ketebalan 15 mm atau 18 mm. Beberapa potongan kayu dengan lebar tersebut dilaminating dan dilapisi dengan beberapa veneer seperti untuk plywood.

    Veneer tersebut disusun secara melintang serat untuk mendapatkan kestabilan dan kekuatan menahan penyusutan kayu. Lalu beberapa lembaran tersebut dilapisi lem dan dipress. Blockboard Dimensi pabrik : 122cm x 244cm, dengan tebal , 115 mm atau 18 mm

Block Board terdiri dari 3 lapis yaitu

  1. Face Back
  2. Short Core
  3. Bare Core

Block Board untuk Kelebihannya

Kelebihannya tidak mudah melenting atau melengkung dalam scala yang tepat dalam pemotongannya, lebih kuat dan tahan lama dibanding furniture bahan kayu lainnya dan blockboard pun lebih kuat untuk skrup dan lebh rekat dalam pengeleman.

 

5. Teakblock

Teablock berarti kayu jati. Namun dalam pembahasan ini kayu jati yang dimaksud adalah berupa lembaran. Berdimensi panjang-lebar seperti blockboard dan multipleks, teakwood biasanya untuk melapisi kedua bahan tersebut. Fungsi dari teakwood adalah memberikan bermacam-macam corak pada blockboard atau multipleks. Teakblock sering digunakan di industri mebel di indonesia.

 

Material ini tersusun oleh potongan kayu yang dibungkus kayu tipis. Harganya pun cukup terjangkau sehingga banyak menganjurkan untuk digunakan oleh kebanyakan pengrajin. Akan tetapi jika tidak hati-hati memilih, pada lapisan dalam teakblock dapat dijumpai rongga diantara potongan kayu sehingga akan melemahkan perkuatannya ketika dipasangi paku

 

6. MDF (Medium Density Fiberboard)

MDF (Medium Density Fiberboard) terbuat dari serbuk-serbuk kayu halus yang kemudian di campur lem serta dipadatkan dan di-press didalam mesin cetak yang memiliki temperatur dan tekanan sangat tinggi sehingga menghasilkan MDF yang memiliki tingkat kerapatan (density) bahan baku yang lebih baik dari pada Partikel Board. Karena terbuat dari sisa-sisa kayu, maka harganya pun relatif lebih murah.

 

Kerapatannya yang sangat baik membuat MDF banyak dipergunakan sebagai pengganti triplek / multiplek dalam pembuatan furniture dalam ruangan, bahkan dalam pembuatan boks pengeras suara (Loudspeaker) MDF menghasilkan mutu suara yang lebih baik dibandingkan triplek / multiplek. Material penyusun struktur ini merupakan material yang lazim digunakan oleh furnitur bermerk yang banyak dijumpai di toko-toko. Harganya cukup terjangkau serta sifatnya yang mudah dibentuk membuatnya menjadi pilihan yang sesuai. Akan tetapi, pada beberapa kasus, MDF tidak mempunyai usia yang cukup panjang dibandingkan dengan material lainnya. Bahan material untuk membuat MDF banyak jenisnya diantaranya adalah kertas. Kekurangan MDF sama dengan partikel, yaitu tidak tahan terhadap air. 

 

  1. Kayu Solid - Kayu Utuh

Jenis kayu yang banyak digunakan untuk furniture ini biasanya kayu jati, sungkai ataupun nyatoh. Kayu jati dipilih karena memiliki urat kayu yang cantik sehingga bagus untuk di expose atau ditonjolkan dan lebih tahan terhadap cuaca ataupun rayap.

 

Sesuai namanya, kayu solid menggunakan bahan baku kayu utuh, sehingga lebih kuat dan lebih kokoh daripada “kayu olahan”. Sebanding dengan kualitasnya, maka furniture dengan kayu solid harganya sangat mahal sehingga sering digunakan untuk furniture berkelas atau furniture ekspor. Kayu sungkai sering digunakan sebagai pengganti kayu jati karena harganya lebih murah.

 

Warnanya pun cenderung lebih terang daripada kayu jati. Selain kayu sungkai, kayu nyatoh kini juga popular digunakan sebagai pengganti kayu jati.

Kebanyakan orang beranggapan bahwa kayu solid dapat bertahan lama dan materialnya padat sehingga mudah diberi detail-detail tambahan untuk hiasan.

 

Namun sepanjang penggunaanya, kayu solid akan mengalami muai susut yang dapat berpengaruh terhadap ukuran. Apabila tanpa langkah pencegahan yang tepat, beberapa jenis kayu solid lebih rentan terhadap rayap, sehingga dapat mengeluarkan bubuk kayu yang menyebabkan kayu keropos.

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Desember, 11 2017

Jenis - Jenis Material Untuk Furniture

 

Ketika kita akan membuat sebuah furnitur biasanya produsen akan menawarkan beberapa pilihan bahan material. Sebelum kita memilih dan menentukan material yang digunakan, ada baiknya anda mencari tahu terlebih dahulu akan kelebihan dan kekurangan serta kandungan pada material tersebut.

Berikut daya yang telah kami kumpulkan, sebagai berikut :

 

MATERIAL DASAR

Ada banyak jenis bahan papan kayu yang bisa digunakan sebagai material dasar furniture, mulai dari multiplex/ plywood, MDF, particle board dan block board. Di bawah ini adalah penjelasan dari tiap-tiap tipe papan kayu tersebut :

 

1. Particle Board

Particle Board adalah papan kayu yang terbuat dari partikel-partikel sisa kayu yang direkatkan dan dipress dengan tekanan tinggi. Particle board mirip dengan MDF, namun bahan yang digunakan untuk particle board lebih kasar, sedangkan bahan yang digunakan untuk MDF lebih halus dan lebih padat. Seperti MDF, finishing particle board menggunakan veneer, PVC, HPL ataupun laminate lainnya.

 

Harga particle board paling murah dibandingkan jenis kayu lainnya, seperti : MDF, plywood ataupun solid wood. Kelemahannya particle board adalah air. Particle board yang terkena air sulit/tidak bisa digunakan lagi. Oleh karena itu, untuk furniture yang menggunakan particle board perlu memiliki finishing yang rapi dan baik, untuk mengurangi kemungkinan masuknya air melalui celah lapisan luar. Kekuatan particle board juga tidak terlalu baik sehingga tidak mampu menahan beban yang terlalu berat. Particle board juga sering digunakan untuk mass-production pabrik untuk menekan biaya, atau untuk furniture yang tidak rawan terkena air, seperti lemari dan lainnya.

 

2. Multiplek / Triplek (Plywood)

Kayu Lapis yang terdiri dari tiga lembar kayu disebut tripleks, sedangkan yang terdiri dari lebih dari tiga lembar kayu, disebut multipleks.

Umumnya plywood digunakan untuk membuat lemari pakaian, kitchen set, meja, tempat tidur, atau rak buku. Ketebalankayu lapis dipasaran bervariasi, mulai dari 3 mm, 4 mm, 6 mm, 9 mm, dan 18 mm dengan ukuran standard 1220 mm x 2440 mm.

Multiplek  merupakan kayu olahan yang relatif lebih kuat dibanding jenis kayu olahan lainnya.
Bahan dasar plywood adalah kulit kayu yang berlapis-lapis dan dipress. Tekstur lapisan kayunya lebih rapat, sehingga memiliki kekuatan yang lebih baik dan daya tahan terhadap air lebih kuat . Dengan penangangan yang baik, multiplek bisa bertahan hingga sepuluh tahun. Sebagai material sruktur untuk furnitur, multipleks cukup kokoh. Namun dipasaran harga setiap lembar multipleks lebih mahal dibandingkan material struktur lainnya sehingga harga keseluruhan furnitur pesanan dapat menjadi lebih mahal.  Multiplek  berdasarkan kayunya terbagi dalam 2 jenis yaitu :

  1. Soft Wood
    adalah kayu lapis yang berbahan dasar kayu lunak, biasanya terbuat dari kayu Albasia Falcata / kayu Sengon. Karena bobotnya yang ringan plywood jenis ini banyak dipergunakan untuk pembuatan furniture dalam ruangan, kotak packing dan lain lain.
  2. Hard Wood
    adalah kayu lapis yang berbahan dasar kayu keras, biasanya terbuat dari kayu meranti atau ada juga yang terbuat dari kayu dari pohon buah buahan. Karena bobotnya yang Berat plywood jenis ini banyak juga dipergunakan untuk pembuatan furniture dalam ruangan, bekesting atau papan penahan pengecoran.


3. Melaminto

Melaminto sering disebut pula sebagai decorative plywood. Hal ini dikarenakan melaminto sering dipakai untuk memperindah tampilan suatu papan kayu. Permukaan triplek ini biasanya dilapisi dengan bahan polyester dan melamin yang membuatnya berwarna serta bertekstur licin. Kebanyakan melaminto diolah menjadi white board serta kitchen set


Melaminto  adalah bagian dari decorative plywood, yaitu plywood yang dilapisi oleh bahan untuk memperindah penampilannya. Khusus untuk Melaminto bahan pelapisnya terbuat dari campuran polyester dan melamine, yang kemudian diberi pewarna. Ketebalan standart dari Melaminto adalah 2 mm dan 3 mm.Kegunaan dari Melaminto diantara lain adalah untuk : pembuatan White Board, sebagai bahan bagian dalam dalam pembuatan lemari atau kitchen set.

 

  1. Blockboard
    Lapisan utama blockboard adalah pada bagian tengah yang memiliki ketebalan 15 mm atau 18 mm. Beberapa potongan kayu dengan lebar tersebut dilaminating dan dilapisi dengan beberapa veneer seperti untuk plywood.

    Veneer tersebut disusun secara melintang serat untuk mendapatkan kestabilan dan kekuatan menahan penyusutan kayu. Lalu beberapa lembaran tersebut dilapisi lem dan dipress. Blockboard Dimensi pabrik : 122cm x 244cm, dengan tebal , 115 mm atau 18 mm

Block Board terdiri dari 3 lapis yaitu

  1. Face Back
  2. Short Core
  3. Bare Core

Block Board untuk Kelebihannya

Kelebihannya tidak mudah melenting atau melengkung dalam scala yang tepat dalam pemotongannya, lebih kuat dan tahan lama dibanding furniture bahan kayu lainnya dan blockboard pun lebih kuat untuk skrup dan lebh rekat dalam pengeleman.

 

5. Teakblock

Teablock berarti kayu jati. Namun dalam pembahasan ini kayu jati yang dimaksud adalah berupa lembaran. Berdimensi panjang-lebar seperti blockboard dan multipleks, teakwood biasanya untuk melapisi kedua bahan tersebut. Fungsi dari teakwood adalah memberikan bermacam-macam corak pada blockboard atau multipleks. Teakblock sering digunakan di industri mebel di indonesia.

 

Material ini tersusun oleh potongan kayu yang dibungkus kayu tipis. Harganya pun cukup terjangkau sehingga banyak menganjurkan untuk digunakan oleh kebanyakan pengrajin. Akan tetapi jika tidak hati-hati memilih, pada lapisan dalam teakblock dapat dijumpai rongga diantara potongan kayu sehingga akan melemahkan perkuatannya ketika dipasangi paku

 

6. MDF (Medium Density Fiberboard)

MDF (Medium Density Fiberboard) terbuat dari serbuk-serbuk kayu halus yang kemudian di campur lem serta dipadatkan dan di-press didalam mesin cetak yang memiliki temperatur dan tekanan sangat tinggi sehingga menghasilkan MDF yang memiliki tingkat kerapatan (density) bahan baku yang lebih baik dari pada Partikel Board. Karena terbuat dari sisa-sisa kayu, maka harganya pun relatif lebih murah.

 

Kerapatannya yang sangat baik membuat MDF banyak dipergunakan sebagai pengganti triplek / multiplek dalam pembuatan furniture dalam ruangan, bahkan dalam pembuatan boks pengeras suara (Loudspeaker) MDF menghasilkan mutu suara yang lebih baik dibandingkan triplek / multiplek. Material penyusun struktur ini merupakan material yang lazim digunakan oleh furnitur bermerk yang banyak dijumpai di toko-toko. Harganya cukup terjangkau serta sifatnya yang mudah dibentuk membuatnya menjadi pilihan yang sesuai. Akan tetapi, pada beberapa kasus, MDF tidak mempunyai usia yang cukup panjang dibandingkan dengan material lainnya. Bahan material untuk membuat MDF banyak jenisnya diantaranya adalah kertas. Kekurangan MDF sama dengan partikel, yaitu tidak tahan terhadap air. 

 

  1. Kayu Solid - Kayu Utuh

Jenis kayu yang banyak digunakan untuk furniture ini biasanya kayu jati, sungkai ataupun nyatoh. Kayu jati dipilih karena memiliki urat kayu yang cantik sehingga bagus untuk di expose atau ditonjolkan dan lebih tahan terhadap cuaca ataupun rayap.

 

Sesuai namanya, kayu solid menggunakan bahan baku kayu utuh, sehingga lebih kuat dan lebih kokoh daripada “kayu olahan”. Sebanding dengan kualitasnya, maka furniture dengan kayu solid harganya sangat mahal sehingga sering digunakan untuk furniture berkelas atau furniture ekspor. Kayu sungkai sering digunakan sebagai pengganti kayu jati karena harganya lebih murah.

 

Warnanya pun cenderung lebih terang daripada kayu jati. Selain kayu sungkai, kayu nyatoh kini juga popular digunakan sebagai pengganti kayu jati.

Kebanyakan orang beranggapan bahwa kayu solid dapat bertahan lama dan materialnya padat sehingga mudah diberi detail-detail tambahan untuk hiasan.

 

Namun sepanjang penggunaanya, kayu solid akan mengalami muai susut yang dapat berpengaruh terhadap ukuran. Apabila tanpa langkah pencegahan yang tepat, beberapa jenis kayu solid lebih rentan terhadap rayap, sehingga dapat mengeluarkan bubuk kayu yang menyebabkan kayu keropos.